74. Hancur

2112 Words

Nadya menepikan mobil. Dia mendengarkan suara Jingga di seberang sana entah di mana yang masih berkata tentang dirinya. Nadya tak benar-benar memahami jalan pikiran Jingga, tetapi agaknya dia juga tak bisa menghakimi keputusan Jingga yang mungkin membuat Jingga lebih baik. Barangkali Jingga pun merasa segan mengetahui bahwa Nadya tak ada lagi di dekatnya. "Jadi, kamu beneran nggak mau pulang? Paling tidak kamu harus tetap menelpon orang tuamu," kata Nadya. "Aku telepon mereka nanti kalau kamu nggak mau menyampaikan kabarku." "Kamu marah, kah? Padahal ini semuanya terjadi bukan karena kesalahan aku, bukan juga karena kesalahan Nadya. Aneh banget kalau kamu marah karena aku menempati tubuh Nadya. Andai aku harus jujur, tinggal di sini pun nggak enak. Bukannya di sini akulah yang paling

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD