055. Adik Kesayangan

1814 Words

Setelah menuntaskan halaman terakhir, Biru langsung mengambil jaket dan segera keluar kamar. Dia mendekati kamar lain berpintu cokelat tua, lalu mengetuknya sedikit keras. "Riri, lagi ngapain?" tanya Biru. Menyadari bahwa mereka telah dewasa, sejak berusia sepuluh tahun Biru telah dilarang masuk ke kamar Riri oleh ibu tanpa seizinnya. "Bentar, Mas." Dari dalam Riri berteriak. Tak lama dari itu, perempuan berdaster maroon keluar sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk. "Ada apa?" "Keluar, yuk. Laper nggak?" ajak Biru. "Yah Mas Biru udah siap, aku belum siap-siap." "Ya sana cepet siap-siap. Mas Biru tunggu di depan," putus Biru seraya tersenyum. "Okay." Setelah Riri kembali masuk, Biru melangkah keluar dan mendapati Bapak yang sedang duduk di kursi depan. Sementara ibu duduk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD