Pagi-pagi sekali Revano sudah datang ke kediaman orang tua Seraphina. Ia membawa dua bungkus bubur ayam untuk dirinya dan Seraphina. Revano berniat mengajak Seraphina sarapan bersama. Revano memencet bel berkali-kali, namun belum ada yang membukakan pintu untuknya. Ia sangat berharap jika Seraphinalah yang akan membuka pintu tersebut. Senyum manis terbit di bibirnya. Saat pintu terbuka, sayang sekali bukan Seraphina yang membukakan pintu. Melainkan Fathan yang sudah rapih dengan setelan kemeja dan celana jeans. Sepertinya ia hendak bekerja. Fathan menatap Revano dengan tatapan dinginnya. "Mau apa lo?" Tanya Fathan to the point. Revano pun sama memasang wajah dengan ekspresi datar kala tahu siapa yang membukakan pintu. "Gue mau ketemu istri gue," jawab Revano. Fathan tertawa remeh. "

