Hari ini Sera sudah diizinkan pulang. Ia sudah bersiap tinggal menunggu Tasya yang sedang mengemasi barang-barangnya. “Ma, Vanka itu siapa?” Tanya Seraphina kepada Tasya. “Emang kenapa, sayang?” tanya balik Tasya. “Jadi, kemarin ada yang ngirim paket gitu. Isinya maaf—video mama sama papa Azka, terus ada suratnya dan di bawahnya ada nama Vanka gitu,” jelas Seraphina “Dia sahabat Mas Azka,” jawab Tasya. Seraphina terdiam sesaat. Tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan seseorang yang masuk—Fathan. "Fathan, carikan kursi roda untuk Seraphina. Kasihan nanti jalan ke parkiran kan lumayan jauh," suruh Tasya pada anak sulungnya itu. Mau tak mau Fathan menurut. "Keputusan kamu udah yakin?" Tanya Tasya meyakinkan Seraphina lagi. Seraphina hanya mengangguk. Setelah lima hari di rumah sakit i

