Bagian 27

1135 Words

Seraphina berjalan sendirian dengan mata sembab habis menangis. Tak ada niatan dirinya untuk menaiki kendaraan menuju ke rumahnya. Tin! Seraphina terlonjak saat suara klakson motor terdengar di telinganya. Ia menengok ke belakang dan mendapati Asep sedang mengendarai motor maticnya. "Sera, kenapa?" tanya Asep, ia buru-buru turun dari motor dan menghampiri Seraphina. "Hey, kenapa Sera?" tanya Asep sekali lagi. Namun ia tak kunjung mendapat jawaban. Seraphina hanya menggelengkan kepalanya dan menangis lagi, lalu ia berjongkok dan membenamkan kepalanya di atas lutut. "Aduh, Sera jangan nangis dong. Nanti dikiranya Sera diapa-apain sama Asep," ujar Asep panik. Untung jalanan ini sepi jadi dia tak perlu khawatir dituduh sembarangan. "Hey Sera," panggil Asep lagi, kali ini disertai tepukan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD