Bab 14: Terbakar.

1123 Words
Di tengah malam yang sunyi, sebagian besar makhluk hidup telah terlena dalam lelap. Hanya sebagian kecil yang masih tetap terjaga dan masih melakukan sesuatu, seperti petugas keamanan yang terus berpatroli di jalan-jalan. Ada juga tempat hiburan malam yang masih nampak semarak dalam berbagai aktifitasnya. Beberapa lolongan hewan yang waspada juga sesekali terdengar di segala penjuru, entah mengapa suasana malam itu cukup ganjil dan aneh. Beberapa bayangan melintas dengan kecepatan tinggi di atap rumah-rumah warga dan mereka semua bergegas menuju keluar kota, seolah tengah tergesa di waktu yang sempit. Selang beberapa waktu berlalu dan terlihatlah pijaran cahaya yang semakin lama semakin terang dari suatu lokasi, ada juga teriakan lemah permintaan ampun serta tolong yang terdengar di lokasi tersebut. Beberapa pria bergerak cepat ke luar lokasi dan memberi hormat kepada seorang pria muda yang berdiri diam dengan ekspresi dingin di wajahnya. "Lapor, Tuanku. Nona Viona tidak ditemukan di manapun dan kami dapat memastikan bahwa, nona telah pergi dari sini." Seorang pria melapor. Pria berbaju sederhana yang masih tanpa ekspresi hanya mengguman sedikit dan berbalik pergi. "Hmm." Beberapa sosok segera menghilang dari lokasi yang semakin terlalap kobaran api. *** Ye Sa terbangun di tengah malam dan merasakan sebuah pelukan di pinggangnya, ia merasa sedikit bingung untuk sementara waktu dan ingatan sebelum pingsan kembali melintas dalam benaknya. Bukankah dia diburu oleh beberapa pembunuh sebelumnya dan mengalami luka parah? Bahkan dia sempat melihat seorang pembunuh yang berhasil menyusulnya sebelum ia pingsan, lalu apa yang terjadi setelahnya? Bagaimana pembunuh itu bisa melepaskan dirinya dan bagaimana dia bisa berada di tempat aman itu? Ye Sa bertanya-tanya pada diri sendiri lalu mengamati seseorang yang berani tidur di sebelahnya dan menjerat tubuhnya. Mengulurkan tangan untuk menyingkirkan lengan pihak lain dari pinggangnya, ia segera menyimpulkan sesuatu yang dirasa cukup konyol. "Gadis kurus dan lemah ini menyelamatkanku? Mungkinkah dia bisa mengalahkan pembunuh itu dan membawaku ke sini?" Menyentuh telapak tangan Viona yang kini masih memerah dan memiliki luka lecet di seluruh, Ye Sa merasa bahwa kesimpulannya adalah benar. Gadis yang terlihat lemah ini ternyata penyelamat hidupnya. Ye Sa turun dan menyelimuti gadis itu dengan benar, lalu berdiri dengan tenang di tepi jendela. Meniup beberapa siulan yang terdengar samar, ia menatap ke luar. Di bawah terpaan sinar bulan keperakan, sosok tingginya terlihat lembut dan juga misterius. Jika ada gadis yang menyaksikan penampilannya saat ini, pasti gadis itu akan segera memerah malu-malu, terpesona dan memiliki detak jantung yang berpacu kencang, tidak mampu menahan pesona yang mematikan. Sayangnya, satu-satunya gadis yang ada di ruangan itu masih tertidur lelap dan sesekali berguman dengan air liur yang menetes di sisi wajah. Tetapi, sekalipun Viona terbangun saat ini, ia mungkin hanya akan merasa sedikit sedih karena mengira kecantikan itu pasti merasa kesepian dan canggung dalam menghadapi kehidupan, sehingga temperamennya menjadi seperti itu. "Pangeran!" sapa seorang 'wanita' yang memiliki kain muslim menutupi separuh wajahnya, sosoknya tiba-tiba muncul di jendela. "Hmm, Rui. Bagaimana keadaan di istana?" tanya Ye Sa dengan suara tenang dan jauh. Huo Rui melompat ke dalam ruangan dan berdiri di sebelah Ye Sa, segera menyampaikan laporan yang diminta. "Begini, Pangeran. Faksi pangeran mahkota dan pangeran kedua telah bersiap untuk bergerak dan mungkin dalam waktu kurang dari sepuluh hari ...." Ye Sa mendengarkan laporan itu dan menanyakan beberapa detail, kemudian membahas hal lain terkait serangan yang menimpanya tadi siang. "Rui, kali ini saya benar-benar ceroboh dan nyaris tidak bisa keluar dari serangan itu hidup-hidup. Seandainya tidak ada gadis itu yang menyelamatkan, mungkin saya tidak akan ada di hadapanmu lagi saat ini." Ye Sa menunjuk ke tempat tidur dan menatap pada sosok Viona dengan rumit. "Eh, benarkah, Pangeran? Siapa gadis itu?" tanya Huo Rui dengan penuh rasa penasaran, ia mendekat ke tempat tidur dan saat itulah wajah Viona terlihat. Postur tidur, wajah berantakan dan juga kebiasaan buruk yang terlihat familiar membuat sudut bibir Rui berkedut keras. Menunjuk sosok Viona, 'wanita' anggun itu bertanya dengan nada tidak percaya, "Pangeran, apa anda yakin bahwa gadis ini yang menyelamatkan, anda?" Ye Sa mengangguk pasti, mengangkat alisnya dengan penuh minat dan bertanya lagi, "Kau mengenalnya?" Rui tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis saat ini, tentu saja dia mengenalnya dan bahkan mengetahui seluruh kondisi luar dalam dari gadis itu. Dan karena itulah dia sedikit tidak percaya bahwa Viona mampu menyelamatkan Ye Sa dari serangan para pembunuh. Pasalnya, tubuh Viona sangatlah lemah dan mustahil baginya untuk melakukan pekerjaan berat apalagi berkelahi, tetapi entah mengapa dia berhasil menyelamatkan tuannya. Dengan tatapan rumit Rui menjawab, "Benar, Pangeranku. Saya telah merawat gadis ini beberapa waktu yang lalu dan dapat memastikan bahwa kondisinya sangat lemah, itulah sebabnya saya agak skeptis setelah mendengar bahwa dia telah menyelamatkan, anda. Tetapi, mungkin ini memang sebuah takdir bahwa dia dapat melakukannya." Ye Sa juga menatap rumit pada gadis yang masih tertidur dengan pulas. Waktu itu, dia samar-samar merasa bahwa tubuhnya bergerak dan sosok punggung Viona yang berkeringat berjalan dengan susah payah di depannya, ada lagi sebuah tebakan berani dalam benaknya. "Yeah, apapun itu. Saya yakin bahwa gadis ini telah menyelamatkan dan membawa saya ke sini," lalu melirik ke pakaiannya yang murah dan kembali berkata, "dan dia juga membelikan saya pakaian. Hahaha." Saat itulah Rui melihat pakaian yang dikenakan Ye Sa dan menyadari bahwa itu adalah pakaian murah yang biasanya dikenakan oleh warga biasa, ada senyum geli dan juga perasaan gosip di wajahnya. Tanpa takut kematian dia berucap, "Pangeran, setelah beberapa pengamatan, ternyata anda cukup bagus dalam pakaian itu, pfft." Ye Sa yang selalu berpenampilan bermartabat dan anggun yang mampu membuat siapapun kagum dan menyanjung, kini berpakaian sederhana, memberi kesan mudah didekati dan merakyat. Sangat kontras dengan biasanya. Rui yang melihat pemandangan langka itu hanya bisa terkikik geli. 'Plak!' Pukulan jatuh di kepala Rui dan membuatnya kembali sadar, akhirnya ia menegakkan tubuh dan bersikap baik. Ye Sa menatap kesal padanya dan meminta sesuatu, "Periksa dia." "Baik, Pangeranku." Rui patuh dan mulai memeriksa kondisi Viona. Memberikan pengobatan sederhana pada semua lukanya dan setelah menyelesaikan semua itu, keduanya pun pergi dari balai pengobatan. *** Keesokan harinya ada sebuah berita besar yang menggemparkan seluruh warga Ibukota Kekaisaran. Kediaman Fang telah terbakar habis tadi malam! Segera ada banyak spekulasi yang menyebar di kalangan masyarakat, mereka dengan penuh semangat saling menyerukan pendapatnya di sela aktifitas, tetapi tidak ada satupun yang bersimpati pada kemalangan itu. Walau bagaimanapun juga, keluarga Fang selama ini terkenal jahat dan tidak memiliki reputasi baik di kalangan masyarakat. Banyak warga miskin telah menjadi korban tindakan kejinya selama ini, jadi, ketika kemalangan menimpa mereka, semua orang bersukacita dan bahkan bersyukur. Para warga juga memuji siapapun yang ada dibalik kemalangan itu dan mendoakannya agar memiliki kehidupan yang bagus. Banyak keributan di luar sana, tetapi si pelaku dibaliknya masih tidur dengan pulas tanpa peduli pada apapun. Benang takdir juga mulai berubah arah dan menjalin ikatan dengan benang takdir lainnya. saat itulah roda nasib mulai berbelok ke arah yang berbeda. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD