Bab 16: Masa berkabung.

1121 Words

Setelah mencuci wajah, tangan serta kaki di samping rumah. Keduanya pun duduk dengan tenang di dekat jendela, mengandalkan pendaran sinar rembulan untuk memperjelas penglihatan di sekitar, Viona mengeluarkan bungkusan roti kukus yang masing-masing berukuran kepalan tangan orang dewasa lalu meletakkan di pangkuannya. Dia menyodorkan dua buah roti putih kepada Qiqi yang kini menatapnya dengan ekspresi bingung dan agak rumit, tidak menyangka bahwa Viona akan berbagi dengannya. Anak kecil itu menelan ludah dan mengambil roti secara spontan, tetapi menolak untuk memakannya meski perutnya sudah berteriak nyaring sedari tadi. Viona mengira anak itu tidak menyukai roti kukus dan memutuskan untuk menunjukkan isiannya, sembari tersenyum ia membelah roti yang baru diambil dan nampaklah isian beru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD