Bab 6

1167 Words
Bandung Di rumah pak Krisna, Masih di kamar Titah.. "Emm lagu apa lagi ya kira-kira yank ?", tanya Irfandi. "Lagunya Sule dong yank", jawab Titah. "Oke, judulnya ?", tanya Irfandi lagi. "Terpisah jarak dan waktu ya yank", jawab Titah lagi. "Oke..", kata Irfandi. ** Terpisah Jarak dan Waktu, Sule ft Baby Shima / Titah dan Irfandi. Berat ku melawan sepi Sulit ku terbawa angan Sepi yang selalu buatku rindu Angan yang tertuju padamu (Irfandi) Satu hal yang bisa kita lakukan Saling percaya dan saling menjaga Agar kita selalu tetap bersama Walau raga tak menyatu denganmu (Titah) Saat ini kita terpisah Terpisah jarak dan waktu (Irfandi) Keadaan yang membuat Kita tak bisa menyatu (duet Titah dan Irfandi) Ku ingin tangan kita tak saling melepaskan (Irfandi) Ku ingin raga kita selalu bersama (Titah) Tetapi saat ini kita terpisah (Irfandi) Terpisah jarak dan waktu (duet Titah dan Irfandi) Saat ini kita terpisah Terpisah jarak dan waktu (Irfandi) Keadaan yang membuat Kita tak bisa menyatu (duet Titah dan Irfandi) Aku ingin tangan kita tak saling melepaskan (Irfandi) Aku ingin raga kita selalu bersama (Titah) Tetapi saat ini kita terpisah (Irfandi) Terpisah jarak dan waktu Terpisah jarak dan waktu Terpisah jarak dan waktu (duet Titah dan Irfandi) ** Di ruang tv.. "Sudah waktunya makan malam, yo lihat Cengek gih sudah selesai siapkan makan malam atau belum", pinta bu Dewi. "Laksanakan mah..", Tiyo melaksanakan perintah dari ibunya. Di kamar Titah lagi.. "Sekarang ganti aku yang pilih lagu ya yank", kata Irfandi. "Iya sayang", sambung Titah. "Oke, aku pilih lagu Denny Caknan", kata Irfandi lagi. "Judulnya ?", tanya Titah. "Satru, hehe..", jawab Irfandi. "Liriknya ?", tanya Titah lagi yang meminta lirik lagu satru pada Irfandi. "Ini sayang liriknya", jawab Irfandi yang memberikan lirik lagu satru pada Titah. "Oh oke..", kata Titah. "Oke mulai ya yank ?", tanya Irfandi lagi. "Iya sayang", jawab Titah lagi. ** Satru, Denny Caknan ft Happy Asmara / Titah dan Irfandi. Unine batin dungoku Ra luput ko jenengmu (Titah) Aku ngedem-ngedem atimu Bakoh mempertahankanmu (Irfandi) Gusti kulo mpun manut dalane Mung jenengan sing ngatur ceritane (Irfandi) Sing jelas aku mikir ke depane Opo bakal hubungan satru sakteruse (Titah) Tulung percoyo aku sayang awakmu (Irfandi) Buktine sampeyan nglirik liyane (Titah) Sumpah ra koyo sing mbok pikir selama iki (Irfandi) Mas, isoku meneng, ngajeni awakmu (Titah) Sepurane yen pancen salah (Irfandi) Sepurane yen aku neng uripmu mung masalah Rangkulen aku, iki gur mung salah pahamku (Titah) Satru, hubungan mung salah pahammu (Irfandi) Sampeyan kudu ngerteni, aku cemburu (Titah) Gusti kulo mpun manut dalane Mung jenengan sing ngatur ceritane (Irfandi) Hoo ooo sing jelas aku mikir ke depane Opo bakal hubungan satru sakteruse (Titah) Tulung percoyo aku sayang awakmu (Irfandi) Buktine sampeyan nglirik liyane (Titah) Sumpah ra koyo sing mbok pikir selama iki (Irfandi) Mas, isoku meneng, ngajeni awakmu (Titah) Sepurane yen pancen salah (Irfandi) Sepurane yen aku neng uripmu mung masalah (Titah) Rangkulen aku, iki gur mung salah pahamku (duet Titah dan Irfandi) Unine batin dungoku (Titah) Ra luput ko jenengmu (Irfandi) ** Di meja makan lagi.. "Bi makan malamnya sudah siap belum, bi, ngek, loh kok gak ada di ruang makan, jangan-jangan di dapur lagi", kata Tiyo. Di dapur.. "Joget terus sampai pagi, lagunya enak, ini pasti yang nyanyi mbak Titah dan pacarnya nih, joget lagi..", kata Cengek yang menari mendengar Titah dan Irfandi yang menyanyikan sebuah lagu. "Tuh kan benar disini, emm pake joget segala lagi, bi, bi, bi..", keluh Tiyo. "Iya den, lagi asik nih, joget terus", kata Cengek. "Hemm, haduh Cengek, hemm..", keluh Tiyo lagi. "Eh muhun den, kunaon ?" (Eh iya den, kenapa ?), tanya Cengek. "Anjeun keur naon da ibing sorangan sepertos jalmi anu henteu damang wae, abdi dieu di jurung mama, neda wengi atos siap tacan ?" (Kamu ngapain sih joget sendiri seperti orang yang tidak waras saja, saya ke sini di suruh mama, makan malam sudah siap belum ?), tanya Tiyo juga. "Seep laguna sarta sorana raos da den, tenang den, lamun neda wengi atos siap, atos aya di meja neda sadaya" (Habis lagunya dan suaranya enak sih den, tenang den, kalau makan malam sudah siap, sudah ada di meja makan semua), jawab Cengek. "Oh nya atos" (Oh ya sudah), kata Tiyo. Di ruang tv lagi.. "Mah..", kata Tiyo. "Muhun yo, kumaha atos tacan ?" (Iya yo, bagaimana sudah belum ?), tanya bu Dewi. "Atos mah.." (Sudah mah..), jawab Tiyo. "Nya atos anjeun saur Titah, kabogohna, sarta baturna, ngomong neda wengi atos siap kitu nya" (Ya sudah kamu panggil Titah, pacarnya, dan temannya, bilang makan malam sudah siap gitu ya), pinta bu Dewi. "Muhun mah.." (Iya mah..), Tiyo melaksanakan perintah dari ibunya. Di kamar Titah lagi.. "Assalamu'alaikum", Tiyo memberikan salam pada Titah dan Irfandi. "Wa'alaikumussalam" Titah dan Irfandi menjawab salam dari Tiyo. "Dik Titah", kata Tiyo. "Muhun mas" (Iya mas), sambung Titah. "Hayuk tedha dalu riyen, mangke lajeng iseh, mama, ayah, uga mas mu ingkang benten sampun ngentosi ing meja tedha" (Hayuk makan malam dulu, nanti lanjut lagi, mama, ayah, dan mas mu yang lain sudah menunggu di meja makan), kata Tiyo lagi. "Inggih mas, dhateng meja tedha kamawon duluan, mangke aku uga mas Irfandi nyusul dhateng ruang tedha" (Iya mas, ke meja makan saja duluan, nanti aku dan mas Irfandi nyusul ke ruang makan), sambung Titah lagi. "Oh gitu nggih sampun, kula dhateng kamar tamu telas punika enggal dhateng ruang tedha" (Oh gitu ya sudah, saya ke kamar tamu habis itu baru ke ruang makan), kata Tiyo. "Inggih mas..!!" (Iya mas..!!), seru Titah dan Irfandi. "Assalamu'alaikum", Tiyo memberikan salam pada Titah dan Irfandi. "Wa'alaikumussalam", Titah dan Irfandi menjawab salam dari Tiyo. Aku dan Titah ke ruang makan untuk makan malam bersama keluarganya, setelah makan malam bersama keluarganya aku di ajak ke kolam berenang oleh ayahnya untuk bermain catur. Di meja makan.. "Oh ya tah, pacarmu siapa namanya ayah lupa ?", tanya pak Krisna. "Mas Irfandi, ayah", jawab Titah. "Oh ya, Irfandi habis makan malam ke halaman samping rumah ya, dekat kolam renang", kata pak Krisna. "Hemm ke kolam renang, mau apa yah, ini kan sudah malam, masa di ajak berenang malam-malam gini", sambung Pras. "Tahu kasihan anak orang yah, di ajak berenang malam-malam", sambung Renaldi. "Jangan ah, kalau berenang malam-malam, nanti masuk angin", sambung Titah juga. "Tuh yang punya Irfandi nya marah yah..", sambung Tiyo juga. "Mireng riyen, ingkang ngajak Irfandi berenang malam-malam sinten, kula ngajak Irfandi dhateng ngrika, kersa ngajak Irfandi dolan catur" (Dengar dulu, yang ngajak Irfandi berenang malam-malam siapa, saya ngajak Irfandi ke sana, mau ngajak Irfandi main Catur), kata pak Krisna lagi. "Oh main catur..!!", seru Titah. "Inggih nduk, gimana ngger, kersa mboten temani calon bapak mertuamu niki dolan catur ?" (Iya nak, bagaimana nak, mau tidak temani calon bapak mertuamu ini main catur ?), tanya pak Krisna. "Inggih, kula bersedia menemani bapak dolan catur ing latar iringan griya" (Iya, saya bersedia menemani bapak main catur di halaman samping rumah), jawab Irfandi. "Ayah minta Paijo siapkan catur di kolam renang sudah belum ya, Pras nanti kamu lihat Paijo ya", pinta pak Krisna. "Laksanakan ayah..", Pras melaksanakan perintah dari ayahnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD