Perjalanan Panjang

1572 Words

Maki tak percaya bahwa dia bisa melakukan hal yang di luar nalar. Dia memandang sekelilingnya, hutan yang berdiri kokoh, bunga liar yang bermekaran, dan bukit berbatu yang sering di dakinya. “Selamat datang di kampung halaman,” bisik Ola menyadarkan Maki dari keterpanaannya. “Kita baru saja berpindah tempat?” tanyanya masih tak percaya. “Ya. Ternyata, Poine sudah menyiapkan semuanya untukmu. Aku merasa dipecundangi,” geram Ola. “Aku bahkan tak tahu tentang hal ini.” Maki berusaha menenangkan Ola. “Ya, kita memang tak pernah tahu apa saja yang sudah dipersiapkan oleh para orang tua itu,” kata Ola kesal. Dia melangkah menuju bukit berbatu di ujung padang rumput. “Di sanalah ayahmu tinggal,” kata Ola sambil menunjuk bukit itu. “Aku tak pernah menemukan apa pun dis ana. Bahkan jarang s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD