Awal Petaka

1082 Words

Ola terbangun dan menatap laki-laki di sampingnya itu, mengelus rahang kokoh itu dengan jemarinya. Masih tak percaya bahwa dia merelakan semua keabadian dan kekuatan hanya untuk manusia itu. Maki mengerjapkan matanya, sapuan jemari Ola membuatnya terbangun. “Ada apa?” tanyanya merengkuh Ola ke dalam pelukannya. “Tak ada. Aku hanya masih tak percaya dengan yang terjadi,” gumam Ola menenggelamkan wajahnya di d**a Maki. “Menyesal?” selidik Maki. “Bagaimana mungkin?” sergah Ola cepat. “Kamu adalah yang terbaik, yang Poine siapkan untukku,” lanjutnya sambil menatap mata Maki lekat. Laki-laki itu tersenyum. Kemudian mengecup kening Ola dengan lembut. “Apakah hari ini kita akan mengunjungi Pak Tua itu?” tanyanya dengan malas. “Sepertinya bahan makanan kita habis. Aku merindukan makanan kota

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD