BAGIAN LIMA PULUH LIMA Iqbaal dan ibunya hanya mengangguk paham dengan ucapan Silvia, mereka tidak ingin memperpanjang topik pembicaraan mengenai kematian ayahnya Silvia. Cukup saja mereka tahu jika Silvia sudah tidak memiliki ayah. “Jadi kamu tinggal sama siapa aja di rumah?” tanya ibunya Iqbaal, tangannya masih setia memegangi sendok yang dipakai untuk menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. “sama mamah, ade, terus asisten rumah tangga.” Jawab Silvia “hm sama lah kaya di sini bu,” lanjut Iqbaal “bedanya kalau di sini Iqbaal sering pergi, jarang di rumah jadi tetep aja kami seringnya bertiga.” Ucap ibunya Iqbaal sambil melirik Iqbaal yang tidak membantah sindirian ibunya. Karena dia mengakui jika dirinya jarang berada di rumah. “iqbaal?” tanya ibunya “Silvia udah di kasih tau masalah

