BAGIAN LIMA PULUH DELAPAN

510 Words

BAGIAN LIMA PULUH DELAPAN “bukain gih pintunya.” Suruh ibunya Silvia pada Agil. “males ah,” tolak Agil karena melihat adegan film yang berada di puncak keseruannya. “ish kok ngebantah sih,” ucap ibunya heran. “dosa lho,” lanjutnya menakut nakuti Agil. Namun dengan kata keramat itu akhirnya Agil dengan cepat bangkit untuk membukakan pintu. “tinggal buka napas sih,” runtuk Agil kesal. “yang ikhlas.” Teriak ibunya dari dalam “ish aneh masa bisa denger sih,” nada bicara Agil pelan seolah ia berbicara dengan dirinya sendiri. Agil membuka kunci kemudian membukanya pintu, ia mendapati kakaknya dan Iqbaal di sana tengah berdiri di depan pintu. “kamu mau masuk dulu?” tanya Silvia pada Iqbaal “enggak kayaknya udah malem,” jawab Iqbaal merasa tidak enak juga harus bertamu malam malam “ngop

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD