95

2091 Words

MATURE CONTENT “Kau merusak rencanaku, Dylan!” gerutu Jade ketika pria itu menjemputnya untuk pulang sore harinya. Dylan yang tidak menyangka akan mendapat sambutan sekesal itu dari kekasihnya, mengerutkan kening dan menatap Jade dengan tidak mengerti. Wanita itu duduk di sampingnya di mobil yang akan membawa mereka pulang, dan menolak untuk duduk merapat pada Dylan seperti yang selama ini selalu terjadi. “Dan rencana apa tepatnya yang kurusak itu karena aku sama sekali tidak tahu apa rencanamu,” ujar Dylan dengan sabar. Menghadapi Jade dan hormonnya yang selalu berubah-ubah menjadikan Dylan sebagai pria yang mungkin bisa mendapatkan predikat sebagai pria tersabar abad ini. Ia tidak boleh mengeluh meskipun harus makan di ruang kerja atau di ruang olahraga, ia tidak boleh mengeluh wal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD