MATURE CONTENT Damai. Itu adalah apa yang Dylan rasakan ketika ia pertama kali membuka mata pagi itu. Benaknya tidak memikirkan hal lain selain tubuh hangat yang masih tertidur dengan nyenyak di pelukannya itu. Ini adalah pagi yang selalu Dylan impikan selama beberapa minggu terakhir ini. Aneh. Bagaimana mungkin seseorang yang sangat tidak terduga seperti Jade bisa membuatnya merasakan hal seperti ini? Bagaimana mungkin perkenalan yang singkat dan interaksi mereka yang jauh dari ‘normal’ malah membuat hati Dylan yang sudah hancur itu kembali menyatu? Anehnya lagi, rasanya seakan Dylan tidak pernah merasakan sakit itu sama sekali sebelumnya. Seakan apa yang pernah terjadi di masa lalunya adalah sebuah bayangan semu di masa lalu yang terjadi dalam waktu sangat lama. Ia mencoba mengingat

