56

2040 Words

Seharian itu, Jade dipenuhi oleh rasa bersalah yang tidak mau hilang. Benaknya seakan terus menyimpan dan memutar ulang kejadian tadi pagi. Juga raut wajah Dylan sebelum pria itu meninggalkannya. Raut wajah sedih, terluka, kecewa, dan marah yang tampak meskipun hanya sesaat. Apa Jade sudah keterlaluan? Apa ia salah karena telah membentengi hatinya sendiri dengan sikap ketus hanya agar ia tidak terluka lagi? Hanya agar ketika semua ini berlalu, ia akan bisa tetap berdiri dengan tegak? Jade tahu Dylan peduli padanya, dan motif di balik ia melakukan itu, mungkin memang hanya karena ingin menikmati tubuh Jade. Namun, itu bukan hanya salah Dylan sepenuhnya. Itu juga salahnya karena ia bersedia. Seharusnya Jade bisa menolak sejak awal. Dan ia tidak melakukannya. Kini, ketika keadaan menjadi s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD