25

2225 Words

Semalaman, Dylan tidak bisa tertidur dengan nyenyak. Jika kalian berpikir itu karena gairahnya, kalian semua salah besar. Yah, sebagian kecil, itu memang tentang gairahnya yang tidak tersalurkan. Namun, sebagian besar lagi, ia merasa khawatir. Pada Jade. Entah apa alasannya. Dylan tahu, ada sesuatu yang Jade sembunyikan di balik sikap kasar dan barbarnya. Sayangnya, Dylan tidak bisa menebak apa itu. Entah itu berhubungan dengan keluarga, atau dengan seorang pria. Mata Jade, hampir terlihat seperti matanya. Kesepian dan sendiri. Seakan ada luka yang menggoresnya terlalu dalam. Luka yang mustahil untuk disembuhkan. Seperti lukanya sendiri. Selama ini, Sofia memang sering bercerita tentang cucunya. Namun, apa yang diceritakan Sofia adalah tentang gadis cilik yang periang, suka tertawa, dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD