Dylan mengutuki dirinya sendiri yang duduk diam sambil menikmati segelas anggur berkualitas tinggi di rumahnya yang sepi. Biasanya, anggur selalu bisa membuat perasaannya yang kacau menjadi jauh lebih baik. Namun, kali ini tidak. Tidak ada satu hal pun yang bisa membuatnya merasa lebih baik sekarang. Sejak dua jam yang lalu, ia hanya diam, menghabiskan sebotol anggur, dan perasaannya masih sama kacaunya seperti ketika ia pulang. Bagaimana ia kembali merasa sekacau ini? Sebelumnya, Dylan sudah bisa menata hidupnya dan menjalani semua yang harus ia jalani. Ia mengesampingkan hatinya yang hancur, menempatkannya di sudut terdalam, dan mencoba untuk melupakan bahwa Dylan masih memiliki hati. Sejauh ini, semuanya berhasil dengan baik. Nayla masih bertahta di atas hatinya yang hancur. Ia menja

