“Pisahkan putih telur dengan kuningnya di mangkuk,” kata Jade sambil menunjuk mangkuk kaca yang ada di rak tembus pandang yang ada di hadapan Dylan. “Kau bercanda??” Dylan saat meletakkan mangkuk itu di meja. “Bagaimana aku bisa memisahkannya? Kuning telur itu ada di dalam bagian putihnya dan aku tidak mungkin menyentuhnya tanpa menghancurkannya dan membuat semua telur itu berantakan.” Jade memutar bola mata. Untuk ukuran orang yang bisa melakukan semuanya dalam bisnis, rupanya Dylan memang cukup bodoh berada di dapur. Jade ingat ketika ia meminta pria ini memasak untuk pertama kalinya, ia memakan daging yang hampir menghitam karena dimasak dalam api yang terlalu besar dan kentang yang masih terlalu keras untuk dikunyah. Rasanya hampir seperti memakan kentang mentath. Tidak heran ji

