MATURE CONTENT Jade mendesah saat Dylan melepaskan kain terakhir yang menutupi tubuh mereka dan berlutut di atasnya. Jade memejamkan mata dan berharap jika keindahan ini tidak akan membawa air mata nantinya. Ia harap ini akan selamanya. Ia harap saat-saat ini tidak akan pernah berakhir. “Tatap aku,” pinta Dylan dengan suara tegas. Ia menuruti perintah itu dan membuka matanya untuk menatap mata Dylan yang juga tengah memerhatikannya dengan seksama. Pancaran gairah itu masih ada di mata Dylan, tetapi kobar apinya jauh lebih lembut. Mungkin, itu karena gairah yang mereka rasakan berbaur dengan besarnya cinta yang dirasakan. Ini bukan sekedar nafsu belaka, Jade meyakinkan dirinya dalam hati. Dylan mencintainya, begitu pula sebaiknya. Apa yang mereka lakukan sekarang, dan apa yang mungk

