Setelah mengurus bayinya yang dibantu oleh Kinan, Ratu langsung selonjoran di sofa ruang keluarga sembari browsing-browsing tentang beasiswa kuliah, jujur ia sangat ingin melanjutkan pendidikannya, tetapi ia juga tidak ingin membebani Devan, walau ia tahu harta Devan tidak akan habis kalau hanya untuk membiayai kuliah Ratu sampai selesai, namun ia tetap ingin kuliah dari beasiswa daripada memakai uang Devan, ia tidak merasa terlalu banyak utang budi, walau itu suaminya sendiri karena Devan terlalu banyak membantu sejak dulu. Semenjak kedatangan Kinan yang ikut mengurusi bayinya, beban Ratu jai semakin ringan dn Ratu bersyukur akan hal itu, walau ia merasa tidak enak kepada mertuanya itu karena terus-terusan merepotkan. Tak lama kemudia muncul Kinan dari balik pintu kamarnya, ia pamit ingi

