Yanti

1025 Words

Bab 75 Yanti seperti akan membalas dendam terhadap apa yang aku lakukan adanya tadi. Dia tidak membalas panggilanku, mengabaikanku dan saat aku lengah, dia menatap tajam seolah-olah akan mengulitiku hidup-hidup. Namun, aku menanggapinya dengan santai saja. Lagi pula, mau ngerjainnya itu sama saja memberi stimulus semangat yang sempat beberapa hari hilang. "Aku pesan beberapa keperluan untuk aqiqah Zidan lewat online. Nanti mungkin ada kurir yang akan datang. Aku mau menidurkan Zidan dulu di kamar. Kamu tunggu aja, uangnya ada di atas meja." Aku memberitahu Yanti. Yanti sama sekali tidak menyahutku, dia pura-pura sibuk mencuci piring meski aku tahu, kalau wajahnya saat ini mungkin lebih masam dari asam jawa. "Ada kembaliannya 20 ribu. Itu buat saku Ziva kalau dia mau jajan di luar.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD