"Mba Andini lagi di jalan menuju ke rumah sakit, Mas." dengan dirinya. Tak terasa matanya memanas seiring dengan air mata yang perlahan menetes, Nafisah yang sedari tadi menonton drama kolosal di hadapannya hanya bisa terdiam membisu, enggan menanggapi ataupun menengahi keduanya karena karena itu bukan teritorial miliknya. dia!" "Apa salah dia? Aku tanya, apa salah dia?" "DIA YANG BUAT KAMU PERGI DARI AKU! DIA! HARUS NYA KAMU TAU ITU TANPA BERTANYA SAMA AKU!" "AKU PERGI BUKAN KARENA NAFISAH, ANDIN! TAPI EMANG LAGI BUTUH KETENANGAN!" "BOHONG, TERUS AJA KAMU BOHONG SAMA AKU! KAMU PIKIR AKU GAK TAU, HAH?" Aditya terdiam, jika boleh jujur, dirinya memang menepi dan menjauh dari Andini lantaran Nafisah. Melihat Aditya yang diam tidak menjawab lagi, Andini tertawa remeh dengan air

