Selesai dari rumah Nafisah, keduanya sekarang berada di dalam mobil yang sama dalam keaadan hening, Anaya yang masih terbawa suasana ketika di rumah tadi. Langit mengerti alasan istrinya yang mendadak membisu seperti ini, setiap mereka mengunjungi teman ataupun saudara yang sedang hamil dan melahirkan, respon istrinya selalu seperti ini. makanya ia sedikit malas jika harus menjenguk teman atau saudara yang berkaitan dengan anak. "Kamu diem mulu, gak mau mampir ke mana gitu?" Anaya menatap suaminya sejenak. Lalu menggeleng pelan. Melihat hal ini tentunya Langit merasa frustasi, dirinya belum bisa menerima kehadiran seorang anak di tengah-tengah mereka, ia masihh menikmati waktu berdua dengan sang istri dan juga masih ada rasa trauma dalam dirinya yangg menjadi momot paling menakutkan. B

