Aku harap kamu tahu, bahwa aku yang kamu anggap sahabatmu telah mencintaimu. Sejak dulu. *** Varlo tersentak saat ada yang memeluknya. Dia mendongak dan mendapati wanita bergaun hitam mendekatinya. Varlo dengan cepat menjauhkan tangan wanita itu dari lehernya. “Sendirian aja, perlu gue temenin?” Segera saja Varlo mengalihkan pandang. Dia tidak ingin meladeni w*************a itu, bohong kalau dia tidak tergoda. Melihat tubuh menggiurkan membuatnya ingat dengan aktivitasnya dulu tapi dia sudah bertekat akan berubah. Dia tidak ingin usahanya selama ini sia-sia begitu saja. “Hai. Kenapa diam aja? Mau gue temenin?” “s**t!!” Varlo memaki saat wanita itu duduk di pangkuannya. “Lo mau turun sendiri atau gue yang nurunin!!” desisnya. “Nggak mau turun. Maunya sama lo aja.” Shasa mendekati

