Izinkan aku memantapkan hati Sebelum menyerahkan hati ini padamu suatu hari nanti *** Jasmine melirik lelaki yang sedang mengemudi dengan wajah mengeras itu. Suasana saat pulang sangat berbeda saat berangkat, tidak ada genggaman tangan Varlo yang hangat. Kedua tangan Jasmine memilin ujung jeketnya. Setelah kepergian Varlo tadi pagi, mereka tidak saling sapa. Bahkan mereka terkesan saling menjauh satu sama lain. Jasmine tadi lebih mendekat ke Raisha sedangkan Varlo selalu menjauh dari kerumunan. Tadi Jasmine juga bertemu Fena. Tidak ada senyum puas atau kemenangan yang Jasmine rasakan, dia malah merasa hampa. Di satu sisi dia ingat dengan tindakan bodohnya, di satu sisi dia ingat dengan Varlo yang mendiamkannya. “Berhenti!!” Varlo yang sedang asyik menyetir menoleh sekilas. Dia me

