Ifan, Delon, Abi, Amel, dan Della langsung berlari menuju tempat Via berada. Mereka berlima langsung menyerang preman-preman itu. Via pun membantu laki-laki itu. Via membalikkan badan laki-laki tersebut. Dan ia cukup terkejut karna ia kenal dengan laki-laki itu. "Niko," gumamnya. "Niko, bangun Ko." Via menepuk pipi Niko. Perlahan Niko membuka matanya, ia tidak pingsan. Tapi karna rasa sakit yang ia rasakan di badannya membuat dirinya memejamkan matanya. Hal itu sedikit mengurangi rasa sakitnya. "Via," gumamnya, yang masih bisa di dengar Via. Via pun membantu Niko bersandar di mobilnya. "Iyaa ini gue. Kok lo bisa di hadang preman sih?" Tanya Via. "Gue gak tau, tiba-tiba aja di hadang. Tapi gue gak papa kok." "Gak papa apanya, muka lo babak belur gitu." Niko melihat sudut bibir Via

