Part 23 - Rafael Salting

1242 Words

Melihat istrinya yang sedih, membuat Aland juga ikut merasakan sedih. Apalagi Gilang, putranya juga sedang sakit. Walaupun hanya demam, jika sakitnya Gilang bisa di pindahkan ke dirinya, lebih baik dirinya yang sakit. Ia tidak akan tega melihat putra kecilnya merasakan sakit. Apalagi Gilang terus merengek karna kepalanya pusing. "Sstt... iyaa aku tau. Aku juga merasakannya, bukan cuma kamu aja. Kamu tenangin diri kamu dulu. Via udah pulang, aku yakin Gilang pasti cepat sembuh." "Hikss... iyaa. Ta-tapi aku takut, kalau Via marah." Aland mengusap air mata Tasya. Gilang memang seperti itu. Hal ini pernah terjadi dulu saat Tasya ikut Aland pergi keluar kota karna urusan kerja. Padahal Tasya sudah mengajak Gilang, namun Gilang tak mau ikut sama sekali. Selang beberapa hari Gilang sakit dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD