Bab 52 Manjanya Adam “Ma, udah malam,” kata Iham setelah melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 19.00 malam. “Apa Mama sama Ajeng nggak pulang aja? Biar aku yang nungguin Mas Adam.” Mama yang sejak tadi lebih banyak diam setelah mendengar pembicaraan antara anak keduanya dan Ajeng pun hanya menatap kosong ke arah ranjang. “Mama pasti capek,” kata Adam yang sejak tadi sibuk menggunakan tabletnya. “mending Mama, Ajeng, kamu juga Iham pulang! Aku bisa jaga diriku sendiri. lagipula di sini banyak perawat, jadi nggak perlu khawatir.” “Mama nungguin Papa kamu, Papa masih dalam perjalanan.” Mama beralasan. Padahal sudah diberitakan sejak sore hari, tapi suaminya masih belum menampakkan batang hidungnya. Apakah pekerjaannya lebih penting daripada kondi

