“Baik, di sini saya akan menjelaskan cukup satu kali saja, jadi tolong kalian perhatikan dengan baik,” pelatih berkata, menambah intensitas ketegangan. “Siap!” Perasaanku sudah tak enak. Jangan-jangan kejadian waktu itu bisa saja terjadi lagi padaku. Aku mengusap kedua wajahku dengan tangan, sekalian menyeka tetesan air hujan yang mendarat di kening. -SATYA- Aku melirik ke arah Udin, dari 30 taruna tingkat dua yang mengikuti latihan ini, kurasa, wajah Udin yang paling pucat, setelah mendengar arahan dari pelatih. Entah ia takut, atau jangan-jangan ia trauma soal kejadian waktu itu. “Tantangan kali ini, kalian harus menyeberangi sungai itu...” “... tanpa bantuan tali!” ucap pelatihku. Yang akan pensiun sekitar 6 bulan lagi, dengan pangkat terakhir Laksamana Madya. Namun masih se

