Bab 38

1280 Words

“Hmm… kayaknya aku harus bawa mobil ini ke bengkel besok, sabuk pengaman pake macet segala lagi, haduh…” komentarnya sambil mengelap keringat yang jatuh di pelipisnya, setelah akhirnya berhasil membuka kunci sabuk pengaman menggunakan cara mencongkel dengan susah payah. Sabuk pengaman yang membelit tubuhku berhasil lepas, aku pun turun dari mobil. Dengan jantung yang masih terasa berdebar hebat. “Oke kalau gitu, Fan, sekali lagi makasih ya, maaf merepotkan,” ucapku sambil membetulkan posisi tas selempang yang aku pakai. Dan bersiap untuk pergi. Saat hendak berjalan masuk ke dalam bibir gang, Erfan mengikuti dari belakang. Aku sedikit heran, apa yang dilakukannya sekarang? Apa mungkin setelah sepanjang hari ini aku begitu membebaninya, sekarang masih juga dia mau mengantarku pulang samp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD