-ERFAN- Aku harus segera meluruskan kesalahpahaman saat acara reuni beberapa hari lalu pada Ayu. Rasanya aku ingin mengutuk diriku sendiri, kenapa bisa-bisanya aku bertindak sebelum berpikir. Aku bisa merasakan perasaan Ayu saat itu. Dia pasti sangat syok. “Norak banget sih lu, Fan!” umpatku sambil menggosok-gosok rambutku dengan kedua tangan, hingga modelnya sudah tidak karuan. Aku menyadari tindakanku yang “sok” peduli itu, bukannya mendapat respon baik, Ayu malah lari tunggang langgang seperti melihat hantu. Aku bersyukur pipiku tidak lantas merasakan bogem panas Ayu, karena merasa tak senang. Jujur, kedekatanku dengan Tias beberapa waktu ini cukup menyentuh hatiku. Tias itu sosok wanita baik, pekerja keras, perhatian, ramah, dan menyenangkan. Namun aku tidak dapat memungkiri jika a

