bab 138

2126 Words

"Sayang, Abraar gimana? Mau kita pindahin?" tanya Samuel pada sang istri, lelaki itu menyusul wanita cantik itu ke depan. Meisya yang sedang mengunci pintu setelah Bekti pergi tersenyum melihat sang suami mendekat. Samuel tersenyum tidak kalah manisnya saat melihat sang istri merentangkan tangan meminta pelukan, lelaki itu langsung memeluk sang istri dan membelai rambutnya lembut. "Nggak usah, kita tidur bertiga di bawah ya, aku juga ngerasa capek banget naik turun terus," pinta Meisya dengan manja, Samuel mencium pucuk kepala sang istri dengan penuh rasa cinta. "Ya udah kalau gitu kita pindah kamar dulu, aku juga nggak mau kamu kecepekan, aku nggak mau anak kita kenapa napa," sahut Samuel sambil mengelus perut sang istri. "Kita bobok, yuk, kamu harus kan banyak istirahat," ajak Sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD