bab 104

2056 Words

"Kamu enggak pulang, Nar?" tanya Herni yang sudah selesai mengemasi barang barang pribadinya dan siap untuk meninggalkan kantor, Wulan yang juga sudah selesai melakukan hal yang sama sudah berdiri dari duduknya sedangkan yang mereka lihat Jenar begitu santai padahal biasanya mereka akan turun bersama. "Aku di ajakin Pak Reza buat jenguk Pak Samuel sekalian laporan hasil meeting tadi," jawab Jenar, sudah tidak seperti sebelum sebelumnya Jenar tidak lagi menutupi kalau dirinya akan bersama Reza, Wulan dan Herni saling berpandangan lalu mencibirkan bibir untuk meledek gadis itu. "Wah, ke rumah Pak Samuel sama Pak Reza? Awas nanti Mas Bekti cemburu," kata Wulan sambil tertawa kecil. "Iya, bisa terjadi perang dunia ketiga di rumah Pak Samuel," sahut Herni juga sambil tertawa kecil, Jenar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD