"Cie ... yang udah baikan, sampe telat balik ke kantor," ledek Ela pada Jenar yang baru kembali setelah mereka semua mulai bekerja lagi, apalagi Ela melihat Jenar kembali dengan wajah berseri seri. Jauh berbeda dengan wajah cemberutnya tadi pagi. "Apaan, sih, Mbak," sahut Jenar malu malu, gadis itu lalu duduk di kursinya dengan pandangan Herni dan Wulan mengikuti. "Di sogok pake apaan kok cepet baikan?" tanya Herni sambil menahan tawanya. "Pasti sogokannya nggak main main, nih, kentara mukanya merah gitu," imbuh Wulan juga sambil tertawa kecil, sedangkan Ela hanya diam mendengarkan. Gadis itu memang belum di beritahu Reza kalau Jenar sudah menerima ajakannya untuk menikah. "Sogokan apaan sih, Mbak? Sogokan chicken katsu? Aku abis makan itu sama Mas Reza," jawab Jenar sambil menaha

