Bab 21

1227 Words

Sudah beberapa hari setelah Samiera bangun dari tidur panjangnya 3 tahun ini. Kondisinya terus membaik dari hari ke hari, ia juga sudah bisa menerima kenyataan bahwa rahimnya telah diangkat. Awalnya Huda sangat khawatir dengan kondisi sang istri yang mungkin saja drop ketika mengetahui fakta itu. Tapi kekhawatirannya tidak terjadi, Samiera menerimanya dengan ikhlas. Hal yang selalu membuat Huda takjub karena selama ini ia tahu betapa Samiera selalu ikhlas dengan apa yang terjadi pada hidupnya. Bahkan semua perlakuan kasar yang selalu ia lakukan pada sang istri. “Mas...” “Ya, Sayang...” Huda menghampiri istrinya yang tengah duduk di tepi ranjang, karena sedari tadi ia sibuk membereskan barangbarang Samiera untuk dibawa pulang. “Jangan pernah pergi walaupun aku sudah tidak memiliki rah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD