Hari ini Arum sudah diizinkan untuk pulang. Kondisinya sudah lumayan membaik dan janinnya sepertinya juga sudah baik-baik saja dengan satu catatan bahwa setibanya di rumah nanti, Arum harus banyak melakukan istirahat, tidak boleh terlalu berpikir tegang, dan juga ia tidak boleh melakukan hal-hal yang bisa membuat ia stres. "Kamu dengar apa yang dikatakan dokter kan ?" tanya pak camat dengan lembutnya. "Iya aku dengar." "Jaga diri dan kesehatanmu baik-baik." " Inggih Mas Samsul." Entah mengapa akhir-akhir ini Arum menjadi suka sekali menggoda pak camat, padahal asalnya Arum memang bukan perempuan yang centil, tetapi kenyataan bahwa suami suaminya justru hilang gara-gara perempuan-perempuan centil dan karena mungkin tertular oleh sindrom itu akhirnya Arum ikut-ikutan deh jadi centil.

