“Bang, kata Deana abang nyariin aku? Ada apa bang?” “Oh iya duduk dulu De, bentar yah aku selesaikan ini dulu.” Bening mengangguk saja, memilih duduk di sofa yang tersedia sembari mengunyah apapun yang ada di atas meja, Bening yakin 100% kalau ini semua kak Moana yang menyediakan, dulu mana ada cemilan seperti ini di ruangan bosnya. “Enak dek? Itu Moana yang nyiapin kemarin dia baru balik dari Malay.” “Udah tahu, kalau abang mah nggak mungkin ada beginian jadi mau bicara apa bang? bentar lagi aku ada janji sama yang abang bilang kemarin, siapa namanya aku lupa?” “Ravi, jadi juga dia pakai kau untuk kasus pencucian uang itu? kau sendiri yakin dengan kasus yang akan kau ambil itu dek?” “Masih belum tahu bang, ini lah mau aku bertemu dulu kan. Kaya mana pun ini bakalan jadi batu loncata

