“Mas,” lirih Bening memijit keningnya yang terasa sedikit pusing. “Ning, kamu sudah sadar kah? Syukur lah kamu sudah bangun, sebentar, aku akan panggilkan dokter.” “Mas, bang Wahyu kondisinya gimanana?” cegat Bening menarik tangan Bayu, Bening ingat sekali dirinya terjatuh ke atas tubuh Wahyu, dan mereka terguling cukup jauh ke dalam jurang. “Wahyu sudah sadar dan sudah dijemput sama keluarganya, aku panggil dokter sebentar biar kamu segera diperiksa.” Bening mengangguk pelan, membiarkan Bayu pergi dari sana. Setibanya dokter yang bertanggung jawab menanganinya, Bening hanya bisa diam dan mendengarkan apapun yang dikatakan dokter, menjawab ketika ditanya. Dan hal yang paling membuat Bening tidak berkutik, bahkan merespon ketika dirinya dinyatakan keguguran akibat kecelakaan malam itu.

