“Bay kamu yakin bisa berangkat kerja? istirahat aja Bay, dari tadi malam kamu gak berhenti muntah, kalau kamu paksain takutnya kamu malah makin drop.” Pinta Rani mengikuti langkah Bayu yang sudah rapi dengan kemeja biru laut dipadu dengan celana bahan abu tua, berbanding terbalik dengan penampilan Rani yang masih mengenakan kaus tidur tanpa lengan dengan bawahan celana pendek yang tertutup kaos miliknya. Bayu menggeleng pelan, dua hari yang lalu setelah dari rumah Bening, Bayu harus berangkat mengisi seminar dan pulang-pulang Bayu mengeluh masuk angin dan terus menerus muntah. “Yakin, udah mendingan banget. Makasih yah udah rawat aku dengan baik,” balas Bayu mengecup kening Rani. Praktis membuat perempuan itu tersenyum lebar. “Pasti dong Bay kan sayang kamu.” “Oh yah Ran kamu telepon B

