Langkah Bayu terhenti seketika mendapti Wahyu keluar dari kamar istrinya, yang berarti itu menjadi kamarnya juga semenjak Bening resmi menjadi istrinya. Emosinya meluap sampai keubun-ubun mendapti kelancangan laki-laki itu yang apapun alasannya tidak berhak berada di sana, bahkan kini Bayu sudah merasakan kebas pada jemarinya yang terkepal kuat dibalik saku celananya. “Kau jangan salah paham dulu, aku hanya mengantar Bening yang kembali pingsan.” Terang Wahyu yang sangat jelas menangkap raut tak suka dari suami adik kelasnya itu. “tidak alasan untuk aku tidak salah paham dengan kau, tapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk aku menghabisi sifat kurang ajar mu itu.” Pungkas Bayu memilih masuk ke kamarnya dengan Bening, dan dengan sengaja Bayu menyenggol bahu Wahyu dengan bahunya seraya m

