Rayhan mendekati Mia, gadis itu berdiri menyambutnya, kemudian mereka kembali duduk di atas anak tangga yang berada di tepian sungai. Keduanya merasa canggung untuk sesaat, akhirnya mereka hanya saling memandang tanpa kata untuk beberapa saat. "Jadi begini... beginikah akhir kisah cinta kita?" Mia mengawali pembicaraan sembari tersenyum getir. Bibirnya bergetar menahan perasaan sakit di dalam hatinya. "Maafkan aku Mia... aku tidak bisa membahagiakanmu" Mata Rayhan memerah, ditatapnya wajah gadis yang sangat dicintainya itu . "Begitukah," ujar Mia dengan kata yang sendat terhalang sedu sedan tangisnya. "Tidak bisakah kamu mempertahankanku? Tidak bisakah kamu membujuk Ibumu?" Mia menutupi raungannya dengan membekap mulutnya sendiri. "Maafkan aku Mia. Maafkan aku, aku takut hal yang lebi

