31. Percaya atau tidak?

895 Words

Revan benar-benar begitu aneh dengan sikap Amanda hari ini. Entah mengapa, Amanda selalu meminta Revan untuk menemaninya. Tidak seperti biasanya. Bahkan, saat ke-empat sahabatnya mengajaknya ke suatu tempat, Amanda tetap berikeras agar Revan tetap menemaninya saja dibanding ikut dengan sahabatnya.  "Mau belanja apalagi?" tanya Revan. Walau digenggamannya sudah banyak paperbag yang bersikan belanjaan Amanda, Revan selalu menawari apakah ada yang ingin dibeli oleh gadis itu. "Udah. Mau makan," ucap Amanda manja. Revan tersenyum, "Ayo makan." Mereka sekarang berada di restoran sushi. Mereka menyantap dan sibuk dengan makanan masing-masing. "Oh iya, aku boleh nanya?" tanya Amanda tiba-tiba. Revan menghentikan aktivitas makannya dan meletakan kedua sumpitnya. Pandangannya terfokus hany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD