Cia membuka matanya perlahan. Ia memegangi kepalanya. Ia mengernyit, sensasi yang pertama ia rasakan adalah, rasa pening mendominasi kepalanya. Ia mengedarkan pandangannya. Sebuah ruangan kecil dengan obat-obatan di sekitarnya. Ia berpikir sejenak, lalu mengingat bahwa ia berada di UKS sekolah. Cia perlahan turun dari ranjang. Sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat berdenyut, serta perut bagian bawah terasa begitu perih. Akhirnya, ia berhasil turun dan keluar dari ruangan kecil itu. "Udah bangun?" Suara berat itu membuat ia menoleh ke samping. Terlihat seorang lelaki tengah berdiri dengan segelas teh hangat di hadapannya. Cia terdiam, dan hanya berdiri hingga cowok itu berada di hadapannya. "Nih, minum. Terus, kita pulang." Cowok itu memberikan segelas teh hangat itu. Dengan

