suasana menjadi begitu canggung, aku berusaha untuk bisa mengingat siapa pria yang ada didepannya saat ini...
"oh.. mmmm i.. tu ingat kok, mak...sud say...."
"sa! kau pegang dulu alisha ya, aku mau ke depan. minjam selang..." kata kak Rita menjeda kalimat ku yang belum selesai
"ya kak.." jawabku karena kak Rita sudah berlalu
"mbak ngobrolnya nanti lagi ya dilanjut, saya ke dalam dulu" kata pria yang ku panggil bapak tadi.
"oh iya..." jawabku sambil membungkukkan badan, pertanda sopan santun bukan.
sambil gendong alisha aku menerawang jauh, kilasan peristiwa akhir-akhir ini membuat ku menghela nafas. semua yang terjadi pasti atas izin Allah. mulai dari kepasrahan ku cuti kuliah, rumitnya hubungan dengan pacar ku, kondisi orang-orang di toko, sampai orang baru yang mencuri atensiku. oh ya jangan lupakan persahabatan bagai kepompong ku wkwkwk.
aku pun tersenyum miris ... memaklumi jalan hidup yang penuh liku. memandang wajah alisha membuat ku sedikit terhibur.
"dek ... doakan nenek ya semoga nenek ditempatkan di surganya Allah, nenek sudah sehat dek. gak sakit lagi" kataku pada alisha, entah bocah kecil 3 tahun ini mengerti atau tidak.
"nenek.. nenek..." jawab alisha sambil menunjuk ke arah atas
astaghfirullah bocyaaaah bikin merinding.....
akhirnya karena satu dan lain hal, jenazah nenek tidak jadi dimandikan di toko. pihak keluarga berdiskusi agar jenazah nenek segera dibawa ke Padang saja. kak Rita diajak untuk menemani bang Rafly di ambulans, karena Bu Vivin harus menjaga dua anaknya mereka pisah mobil. bang iwang bersama Bu Vivin, Alila dan alisha.
kami melepaskan kepergian mereka dengan rasa sedih, doa tak putus untuk keselamatan mereka dijalan. setelah sepi, aku membereskan toko bagian atas dan bawah, menyapu juga mengepel. karena nantinya toko akan tutup selama tiga hari paling tidaknya. setelah selesai akupun pulang, tidak lupa mengucapkan terimakasih dan pamit kepada tetangga sebelah toko.
______________________________________
Ayana calling.....?
"beeeeeb.... temenin yuk. pengen eskrim..." jeritnya dari sebrang telpon
"astaghfirullah... salam dulu kali neng. assalamualaikum gitu" jawabku sambil mengusap daun telinga, sumpah nelen toa kali ini perawan.
"waalaikumussalam hehehe.. maaf habis nya seneng busa ku ga kerja, bisa ajak main deh udah lama juga ga jumpa. curhat-curhatan yuks" ajaknya (Busa its mean BU lariSA), yah begitulah singkatan aneh bin ajaib dari Ayana, salah satu sahabat ku yang badannya paling besar tapi besar pula sabarnya.
"mau kemana emang? terus sama siapa? tau kan kalau Aska gimana orangnya"
"sama Elka sih rencananya juga, udah sih kenapa mesti pusing mikirin cowok posesif itu, lagian perginya sama Ayana cantik juga" bujuk Ayana
"oke deh Ayana cantik, ditunggu jemputan nya yah. bye.. assalamualaikum "
"waalaikumussalam..... jam 5 ya woooi" teriaknya sebelum menutup telepon.
akupun mencari nomor Aska di kontak kemudian mengirim pesan dari aplikasi w******p messenger.
Larisa (10.31) : ka, aku ntar jam 5 pergi bareng Ayana ya. dia pengen eskrim, jangan kerumah.
Aska (10.32) : sama siapa aja yang? boleh ikut?
Larisa (10.32) : hmmm gausa ya, ga enak sama Ayana. kapan-kapan deh sama kamu
Aska (10.33) : ya deh. selalu gitu!
.......
.......
aku jadi males melanjutkan obrolan, mengabaikan chat Aska adalah jalan ninjaku.
Aska (10.53) : kok ga dibales wa ku hah! lagi chat sama cowo lain iya?
aku pun menghela nafas, berat rasanya. duh gustiiii kenapa seperti ini dulu Aska sosok yang baik tapi lama-lama jadi toxic.
Larisa (10.55) : aku bingung deh sama kamu, aku ga izin pergi kamu marah. aku izin juga marah, lagian aku pergi juga sama Ayana. sekarang gini deh, kita udahan ajaya aku capek. ga sehat lama-lama begini juga. kamu silahkan cari cewe lain yang bisa kamu atur semau mu, ngikutin caramu. aku minta maaf dalam hubungan ini mungkin aku banyak salah sama kamu.
DONE I'm done!
cape loh aku gegara cowo ini, jauh dari sahabat ku baik yang berjenis kelamin perempuan maupun laki-laki. kalau ada acara keluarga dia wajib ikut, kaya ga ada kehidupan lain selain ngikutin kehidupan ku.
Aska (10.55) : GAAK! AKU GAK MAU!! AKU MAU SAMA KAMU SAMPAI KITA NIKAH!!! AKU CUMA MAU KAMU!
Larisa (10.55) : terserah Aska tapi aku tetap pada keputusan ku, kita selesai! salam untuk mama dan papa mu . assalamualaikum
akupun memblokir nomor Aska, bisa ku tebak dia pasti akan menggila. tapi kali ini aku ga boleh goyah. aku dengannya sudah berakhir, kemudian hp ku simpan diatas nakas. keluar dari kamar membantu ibuku yang sedang buat makanan untuk dijual, sambil ngobrol. topik terkini masih tentang kepergian nenek.
______________________________________
aku dan Ayana sudah dalam perjalanan, deg-degan takut si Aska ngikutin. aku mah sekarang bodo amat yang penting lepas dari Aska.
"ay, aku udah putus sama Aska. eh tepatnya aku udah putusin Aska dingg" ungkapku sambil menikmati angin sepoy sepoy yang bercampur asap kendaraan.
"HAH!!! SERIUS??!! SUMPAH!!!" tanya ratu toa
"astaghfirullah biasa aja bisaaaa? malu diliat orang, kenceng amat dah suara" bisikku ditelinga Ayana. Ayana sedang mengendarai sepeda motor kesayangannya.
"hehe maaf maaf, jadi dia terima diputusin?"
"enggak, tapi aku mah lanjut aja. udah ga peduli lagi" kataku santai
"bagus deh kalau gitu.. aku dukung! semangat! sama Elka gih, kan cinta lama belum kelar hahahaha" sialan malah digodain sama nih bocah
"enak aja! mau jomblo dulu lah dedek kak, pen rasain kek orang-orang"
"lah aneh, orang banyak pengen punya pasangan lah dia mau jomblo " sengit Ayana
"kenapa tidak, biar lah jomblo tapi diam-diam menyebarkan undangan hahaha" balas ku sambil tertawa. rasanya lega banget melepaskan bayang-bayang Aska. orang yang 3 tahun sudah menemani ku, eh mengikuti ku.
"dasar remaja kebelet nikah!" ejek Ayana
kami pun tertawa terbahak membahas A-Z, mengomentari orang dijalan. dan akhirnya sampai di tempat eskrim yang lagi viral karena selain murah juga Instagramable, cocoklah untuk kaum-kaum bermodal tipis kayak kami ini. hahaha
"adeeeek.. kangen" teriak Elka . yups Elka masih panggil aku adek dongs.
"apaan sih mas, malu! teriak-teriak kayak 10 Masehi ga jumpa" ucapku sambil mendaratkan bok*Ng di kursi kedai eskrim ini
"ya maaf, antusias soalnya. jangankan ketemu, sss mas aja kamu blok"
"hah? masa?" aku ga percaya dong, segera ku cek sss. ya Allah ya Rabb... semua teman cowok bahkan sepupu jauh yang cowok juga di blok. Aska! pengen tak hih! Untung udah putus.
"ya Allah maaf mas, bukan aku" sesalku sambil terus membuka blokiran di FB
"hellooooow... kalian jangan lupakan aku..." kata Ayana sambil mengibaskan tangan
hahaha lupa ada si embul seksoyku... bahkan dia yang mempertemukan kami kan?
"hahah iya soalnya kaget nih astaga Aska, syukurnya udah putus"kataku lagi
"serius kamu putus? Alhamdulillah...." Elka mengusap wajahnya..
"mau pesan apa jadinya?" tanya Ayana.
"ngikut aja" jawabku
"ngikut juga" kata Elka
"handeeeh kelean ya! berasa mamak bawa anak aku" wah emosi Ayana
kami menikmati sore dengan eskrim dan Kentang goreng, biasalah kan modal tipis yang penting nongkrongnya hits.
dijalan pulang...
"kayaknya gantian deh sekarang Elka yang naksir busa, aya bisa lihat dari cara Elka bersikap didepan busa" Ayana menyampaikan analisanya
"Ayana fokus ajadeh bawa motornya, Elka tuh seleranya bukan kaya aku. masih ingat tari kan? nah yang putih , langsing bening gitu selera Elka" bantahku
"enggak, yakin deh. besok pasti dia akan lebih perhatian lagi setelah tau busa putus" kekeh banget Ayana ini
"ya apapun itu dijalani aja deh ay, siapapun jodoh ku nanti semoga itu yang terbaik dari Allah"
"aamiin. seneng deh busa sekarang makin wise, makanya Elka jadi suka. apalagi kayaknya Elka juga ga mau pacaran, jadi kalian bisa langsung nikah deh" jawab Ayana
"heh mulai deh, ngayal ala cerita dreame" kataku sambil menghela nafas.
kamipun berpisah setelah Ayana mengantarku sampai ke depan rumah. Daaaaaan guyyysss tau kah kalian... Aska sudah ada dirumah ku. menatap ku dengan tatapan yang entahlah...
mau menghilang aja bisa ??