Di Bawah Sorot Lampu Remang-remang

1592 Words

Cahaya sampai di restoran lebih dulu. Dia memesan minuman dan beberapa makan ringan agar tidak merasa bengong duduk sendiri. Tak lama kemudian Ryan datang menghampirinya. Pria itu duduk di depannya seraya tersenyum manis. "Kamu diantar atau pakai mobil sendiri?" tanya Ryan. Dia tidak melihat mobil yang biasa digunakan Aya di parkiran. Untuk mengetahui segala sesuatu tentang Aya, dia harus hafal berapa mobil milik abang Cahaya yang kaya raya itu. "Aku pakai taksi, karena ada mata-mata Mas Denis, abangku yang memantau." Ryan tersenyum canggung, Cahaya menatapnya sembari menyedot minuman yang berwarna cokelat kesukaannya. "Jadi, kamu terus diawasi oleh abang kamu supaya gak pacaran atau gimana?" Ryan memancing, ingin tahu apa yang ada dalam benak keluarga Cahaya atas dirinya. Tidak bis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD