"Anin!" Teriak Exel begitu gopoh mencari tangan kanannya, yang biasa dia suruh, si intel cantik yang gesit dan sangat pintar untuk menyamar menjadi apa saja. Demi untuk menyelamatkan sang cinta pertama, maka dia akan mengerahkan puluhan pasukan untuk mencari Ryan yang sebagai tersangka utama penculikan dari pesawat. "Anin, kamu pasti sembunyikan, gak mau disuruh, saya coret absen bulanan kamu ya, biar insentif kamu hangus!" ancamnya, berkeliling ruangan yang mana semua orang yang berada di sana diam dan salah satu orang menunjuk ke arah meja. Exel berjalan ke depan meja tersebut lalu mengetuk-ngetuk meja, "Aniinnnnn!" "Astagfirullah, Ndan!" Gadis ini akhirnya keluar dari balik mejanya karena percuma dia mematikan diri, jika si Komandan telah tahu dia dimana. "Mau apalagi, Ndan, " kat

