(40)

4569 Words

Gak lama gue masuk ke kamar, ada yang ngetuk pintu kamar gue tapi gak mengeluarkan sepatah katapun, gue nebak kalau yang ngetuk pintu kamar gue barusan itu Mas Zinan, siapa lagi yang ngetuk pintu kamar gue lebih dulu dan gak ngomong apapun sebelum masuk ke kamar gue? Bunda sama Mas Hagi jelas gak mungkin, karena kalau itu Bunda, Bunda akan langsung ngomong kalau Bunda masuk ya Dek tapi kalau Mas Hagi, masuk dulu baru nanya gue sibuk atau enggak, dua-duanya gak cuma ngetuk dan diam di depan pintu kamar gue makanya menurut penerawangan gue sekarang, yang berdiri di depan pintu kamar gue jelas bukan orang biasa. Ketukan pertama, gue masih mencoba mengabaikan tapi begitu pintu kamar gue kembali di ketuk dengan cara yang sama, gue udah gak bisa berkomentar apapun, narik handuk gue sembarangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD