(28)

1328 Words

"Kamu mau kemana Dek pagi-pagi begini? Biasanya kalau hari minggu sukanya ngurung diri di kamar sambilan nerusin maraton drama kamu selama seminggu penuh? Hari ini berubah jadwal pula?" Tanya Mas Hagi yang membuat gue menghembuskan nafas dalam, mengusap d**a gue pelan berharap kalau kesabaran gue bakalan bertambah besar setiap harinya, karena gue akan selalu butuh tambahan cadangan kesabaran kalau ngadepin Mas Hagi, gak mungkin bakalan berakhir baik kalau sama ni orang gue ngomongnya, padahal Mas Hagi udah jelas-jelas tahu gue mau kemana tapi masih juga sok-sokan nanya gue mau kemana sekarang, kan sengaja banget mancing emosi gue pagi-pagi begini. "Mas kalau memang gak tahu mau nanya apa sama Rin lebih baik Mas duduk tenang dan minum kopi pagi Mas sampai habis, Mas gak usah ngeledekin Rin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD