Tak Semanis Madu

1415 Words

Rara melipat mukenah yang dipinjamnya dari mushola dan mengembalikan ke tempat semula. Setelah itu, ia kembali menghampiri Tara dan yang lain di restoran. “Ayo balik, udah mending itu macetnya,” kata Vano mengajak mereka kembali ke kantor. Menapaki karir di ibukota memang tidak semudah yang yang dibayangkan orang, apalagi Rara terlahir bukan dari keluarga kaya raya. “Nanti pulang cepet, Ra. Ikut kita ke acara pemda,” ucap Vano kepada Rara. “Iya, Pak, Ada dresscodenya?” tanya Rara mengenai kostum untuk acara nanti malam. “Batik sih, formal Ra,” jawab Vano sambil memarkirkan mobilnya. “Siap, Pak,” jawab Rara. Di sebuah ballroom hotel, acara tersebut digelar. Ia dijemput oleh Vano dan Tara di apartemennya. “Tempat tinggal dia disini?“ tanya Tara kepada Vano. “Iya, sebenarnya gue kura

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD