Sanny memberikan kesempatan kepada Rara dan Tara untuk berbicara empat mata. Dengan alasan Celia, ia meninggalkan keduanya di mall tersebut. “Kalau dia macam-macam, bilang sama saya. Nanti biar gak kebiasaan,“ pamit Sanny kepada Rara. Gadis itu tak lupa mencium punggung tangan calon ibu mertuanya. “Iya, Bu. Hati-hati,“ jawab Rara. Ia masih tidak percaya dengan apa yang dialaminya barusan. Sepeninggal Sanny, Tara mengajak Rara mengunjungi kedai kopi untuk berbincang. “Lo ngopi dulu deh biar sadar kalau tadi Lo gak ngigau. Ini nyata, boncel!“ Tara terkekeh melihat ekspresi wajah Rara yang cemberut. Keduanya sudah duduk bersama lalu memanggil pegawai kedai kopi tersebut untuk memesan minuman. “Cappucino caramel sama Toraja yang hot, Mbak,“ kata Tara memesan minuman untuk dan Rara kepada

